Wednesday, 9 March 2011

SISTEM EKSRESI

SISTEM EKSRESI
Kali ini saya ingin memberikan informasi mengenai Sistem eksresi.
Eksresi adalah proses pengeluaran sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh kita. Sistem eksresi manusia terdiri dari atas organ-organ paru-paru, hati, usus dan ginjal,serta kulit. Namun saya akan membahas organ eksresi mengenai kulit dan Ginjal.
Organ-organ Eksresi
a.Kulit




kulit berperan sebagai indra peraba dan organ eksresi. Kulit merupakan organ eksresi karena menghasilkan keringat. Kulit memiliki beberap fungsi yang lainnya, seperti :
1. Pengendali suhu tubuh karena keringat yang keluar dapat menyerap panas tubuh.
2. Pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, penguapan, gangguan kuman dan kekeringan.
3. Penerima rangsang sentuhan, tekanan, maupun suhu dari luar.
Struktur kulit manusia tersusun dari dua bagian utama, yaitu epidermis (kulit ari) dan dermis (korium; jangat). Lapisan epidermis terdiri atas bagian stratum korneum, statum granulosum, stratum spinosum, dan stratum germinativum. Lapisan dermis terdiri atas glandula sudorifera (kelenjar keringat), glandula sebacea (kelenjar lemak), akar rambut, saraf, pembuluh darah, dan otot-otot penegak rambut.
Proses pengeluaran keringat yaitu, dikeluarkan oleh kelenjar keringat yang kegiatannya diatur oleh pusat pengatur suhu dari sistem saraf pusat (otak) di hipotalamus.kelenjar keringat menyerap air air dan garam-garam mineral dari darah yang selanjutnya akan dikeluarkan melalui kulit berupa keringat.
b.Ginjal



Ginjal merupakan alat eksresi kita yang paling utama/vital. Ginjal berfungsi untuk membuang sampah nitrogen dari darah dalam bentuk urea, mengatur keseimbangan air dan garam dalam darah, dan membuang subtansi asing, obat, dan zat racun.
Struktur ginjal tesusun atas 2 bagian, yaitu korteks dan medula. Korteks yaitu lapisan luar yang mengandung bahan malphigi, tubulus proksimal, dan tubulus distal. Medula yaitu bagian dari ginjal yang mengandung pembuluh pengumpul dan lengkung henle. Bagian tersebut bermuara pada tonjolan papila di ruang ginjal.
Proses pembentukan urine pada ginjal dilakukan beberapa tahap, yaitu Filtrasi (penyaringan darah), Reabsorpsi (penyerapan kembali), dan Augmentasi ( proses penambahan senyawa dan ion).

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Blogroll

Google+ Friends